MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
SISTEM PERENCANAAN DAN LINGKUP SDM















DISUSUN OLEH : FITRI WIDIA WATI
KELAS                : 4EB 16
NPM                     : (22216896)








UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI




SISTEM PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

     I.        Pengertian dan Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi olehkeinginan untuk memenuhi kepuasannya.Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”. George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa: “Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”. Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
Kepentingan Perencanaan SDM. Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), yaitu:
a)    Kepentingan Individu
b)    Kepentingan Organisasi
c)    Kepentingan Nasional

    II.        Komponen-komponen Perencanaan SDM
Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari miss manajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (supplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir.
Kesimpulannya, PSDM memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi.
Syarat – syarat perencanaan SDM
a)    Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya
b)    Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM
c)    Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM
d)    Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang
e)    Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan
f)     Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah

  III.        Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan SDM
Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
Lingkungan Ekternal
Perubahan - perubahan lingkungan sulit di prediksi dalam jangka pendek dan kadang - kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka yang panjang. Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang sangat besar tetapi sulit diestimasikan. Sebagai salah satu contoh inflasi pengangguran dan tingkat bunga yang sering terjadi merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan. Kondisi politik hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai bidang di bagian personalia, perubahan sikap, perilaku dan sebagainya. Sedangkan perubahan - perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dahsyat merupakan contoh jelas perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia. Para pesaing merupakan suatu tantangan ekternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh “pembajakan” manajer akan memaksakan perusahaan akan selalu menyiapkan pengantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.
Keputusan – keputusan Organisasional
Berbagai keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia. Rencana strategi perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh. Ini mengikat perusahaan dalam jangka waktu yang panjang untuk mencapai sasaran – sasaran seperti tingkat tingkat pertumbuhan produk baru atau segmen baru. Sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang di butuhkan di dalam waktu yang akan datang. Dalam jangka pendek para perancana menterjemahkan rencana – rencana strategis menjadi oprasional dalam bentuk anggaran. Besar anggaran tepengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber daya manusia. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia. Jangka pendek. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat keterampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.
 Faktor-faktor Persediaan Karyawan
Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.
  IV.        Hubungan antara Perencanaan SDM dengan Anggaran
Suatu perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai diperlukan suatu perencanaan dan pengendalian yang baik melalui anggaran.
Pengertian Anggaran:
  • Pengertian anggaran menurut M. Munandar dalam bukunya “Budgeting, Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja”, yaitu :“Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi segala kegiatan, yang dinyatakan dalan unit (kesatuan) moneter dan berlangsung untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang”.
  • Pengertian anggaran menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen”, sebagai berikut : “Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun”.
  • Sedangkan pengertian anggaran menurut Narumondang Bulan Siregar dalam bukunya “Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan”, menyatakan bahwa : “Anggaran adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis dari pelaksanaan tanggung jawab manajemen didalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan”.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematik yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam kesatuan moneter, berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang dan merupakan tanggungjawab pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, koordinasi dan pengawasan.

Macam-macam Anggaran
Anggaran yang lengkap dan menyeluruh terdiri dari beberapa unsur yang masing-masing unsur merupakan suatu paket anggaran yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.
Menurut M. Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”, anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang berikut ini :
a)    Menurut Dasar Penyusunan
b)    Menurut Cara Penyusunan
c)    Menurut Jangka Waktunya
d)    Menurut Bidangnya
Adapun penjelasan dari pengelompokan anggaran tersebut diatas adalah sebagai berikut:
Menurut Dasar Penyusunan, anggaran terdiri dari :
a)    Anggaran Variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval kapasitas tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas kegiatan yang berbeda.
b)    Anggaran Tetap, anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. Anggaran tetap disebut juga anggaran statis.
Menurut Cara Penyusunan, anggaran terdiri dari :
a)    Anggaran Periodik, anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu dan pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.
b)    Anggaran Kontinu, anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan anggaran yang pernah dibuat (misalnya tiap bulan diadakan perbaikan sehingga anggaran yang dibuat dalam setahun mengalami perubahan).
Menurut Jangka Waktunya, anggaran terdiri dari :
a)    Anggaran Jangka Pendek, adalah anggaran yang dibuat dalam jangka waktu paling lama satu tahun(misalnya anggaran untuk keperluan modal kerja).
b)    Anggaran Jangka Panjang, adalah anggaran yang dibuat dalam jangka waktu lebih dari satu tahun (misalnya anggaran untuk keperluan investasi barang modal atau disebut juga anggaran modal).
Menurut Bidangnya, anggaran terdiri dari :
a)    Anggaran Operasional, adalah anggaran untuk menyusun anggaran laporan laba rugi. Anggaran Operasional terdiri dari :
1.    Anggaran Penjualan
2.    Anggaran Biaya Pabrik
3.    Anggaran Beban Usaha
4.    Anggaran Laporan Laba Rugi
5.    Anggaran Keuangan, adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran Keuangan antara lain terdiri dari :
·         Anggaran Kas
·         Anggaran Piutang
·         Anggaran Persediaan
·         Anggaran Utang
·         Anggaran Neraca
Karakteristik Anggaran
Karakteristik anggaran yang dinyatakan oleh Robert N. Anthony dan Vijay Govindarajan dalam bukunya “Sistem Pengendalian Manajemen” yang diterjemahkan oleh F.X. Kurniawan Tjakrawala, mengatakan bahwa anggaran memiliki karakteristik sebagai berikut :
a.    Anggaran memperkirakan keuntungan yang potensial dari unit usaha
b.    Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non moneter
c.    Biasanya meliputi waktu selama satu tahun
d.    Merupakan perjanjian manajemen, bahwa manajer setuju untuk bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dari anggaran
e.    Usulan anggaran diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuat anggaran
f.     Sekali setuju anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu
g.    Secara berkala kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dan perbedaannya dianalisis dan dijelaskan
Manfaat Anggaran
Menurut M. Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”, manfaat anggaran yaitu:
Dengan adanya anggaran segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan utama, dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai, dapat memotifasi pegawai, menimbulkan tanggung jawab tertetu pada pegawai, menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu, dan sebagai sumber dana seperti tenaga kerja, peralatan, dan dana dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.
Sedangkan menurut Winardi dalam buku “Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan, manfaat anggaran yaitu :
Dengan adanya anggaran akan terdapat perencanaan terpadu, terdapatnya pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan, terdapat alat koordinasi dalam perusahaan, terdapat alat pengawas yang baik, serta akan terdapatnya alat evaluasi kegiatan perusahaan.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran sangat bermanfaat bagi manajemen karena anggaran menetapkan tujuan dan sasaran kegiatan perusahaan, yang juga berfungsi sebagai standar untuk menilai prestasi dimasa yang akan datang, juga sebagai alat perencanaan, pedoman pelaksanaan kegiatan, alat pengkoordinasian, alat pengawasan, dan alat evaluasi kerja.
Penyusunan Anggaran
Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen (Konsep, Manfaat dan Rekayasa)”, yang dimaksud dengan penyusunan anggaran adalah sebagai berikut :
Penyusunan anggaran merupakan proses penetapan peran setiap manajer dalam melaksanakan program anggaran. Penyusunan anggaran biasanya dilaksanakan oleh komite anggaran, komite tersebut anggotanya terdiri atas para manager pelaksana fungsi-fungsi pokok perusahaan sesuai dengan prinsip keperansertaan. Anggota tersebut meliputi manager pemasaran, manager produksi, manager teknik, manager keuangan, dan manager akuntansi.
Manajemen Keuangan
Definisi Manajemen Keuangan menurut Bambang Riyanto adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Sedangkan, definisi Manajemen Keuangan menurut para ahli dapat Anda baca dibawah ini :
a.    Liefman : Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
b.    Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan
c.    Grestenberg : how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.
d.    James Van Horne : Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
e.    J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana yang diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien.
f.     Howard & Upton : Manajemen keuangan adalah penerapan fungsi perencanaan & pengendalian fungsi keuangan.
g.    JF Bradley : Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.

   V.        Forecasting SDM
Ada beberapa metode forecasting sumber daya manusia yang dikenal, yaitu:
a.    Inkrementalisme (atau dekrementalisme) merupakan metode perkiraan yang memproyeksikan perubahan-perubahan garis lurus dalam kebutuhan pegawai berdasarkan fluktuasi anggaran.
b.    Collective opinion, teknik ini meliputi pengumpulan informasi dari berbagai sumber didalam dan diluar organisasi dan kemudian mencapai kesepakatan kelompok mengenai penafsiran data tersebut.
c.    Categorical and Cluster forecasting, teknik kategori ini memperkirakan kebutuhan lebih lanjut untuk berbagai kelompok kedudukan dan teknik kluster ini memperkirakan kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut dengan syarat dan tuntutan akan ketrampilan umum. Ini sering dipakai dalam organisasi yang besar.
d.    Modeling, metode ini menggunakan matematis dan komputer dimana para manager harus menggunakan teknik-teknik model untuk memperkirakan permintaan dan penawaran sumber daya manusia. Asumsi ini didasarkan pada keadaan ekonomi, perkembagan teknologi, sistem pendidikan, persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga kerja, sistem kompensasi, jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.

Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia

1.    Pengertian Manajemen
Dalam pengertian dan mendifinisikan ada berbagai ragam. Bila dilihat dari literature-literatur yang ada. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.
1)    Manajemen sebagai suatu proses
2)    Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3)    Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art)

Manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
A.   Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
B.   Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
C.   Georgy R Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melaalui kegiatan orang lain.
Manajemen sebagai suatu kolektivitas menusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Kolektivitas atau kumpulan orang-orang tersebut yang disebut sebagai manajemen, sedangkan orang yang mengawasi terlaksananya aktivitas menejeman disebut manajer.
Manajemen disebut sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art) karena keduanya tidak bias dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama dan telah diorganisasikan menjadi suatu toeri. Sedangkan manajemen sebagai seni karena menejemen memendang bahwa didalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerjasama dengan orang lain.
Jadi dari beberapa definisi manajemen diatas dapat disampaikan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetepakan terlebih dahulu.
2.    Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen pada hakikatnya dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yang telah dikemukakan menurut beberapa para penulis, 10 fungsi tersebut yaitu:
1)    Forecasting (ramalan), yaitu kegiatan meramalakan, memproyeksikan terhadapan kemungkinan yang akan terjadi biala sesuatu dikerjakan.
2)    Planning (perencanaan), yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3)    Organizing (organisasi), yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dan hal ini penetapan susunan oraganisasi, tugas dan fungsinya.
4)    Staffing or Assembling Resource (penyususnan personalia), yaitu penyusuanan personalia sejak dari pearikan tenaga kerja baru, latihan dan penegmbangan sampai dengan usaha agar setiap petugas member daya guna maksimal pada organisasi.
5)    Directing or Commanding (pengarahan atau mengkomando), yaitu usaha member bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan denagn baik dan benar sesuai denagn tujuan yang telah ditetapkan.
6)    Leading, yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai denagn tujuan yang telah ditetapkan.
7)    Coordinating (koordinasi), yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak menjadi kekecauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8)    Motivating (motivasi), yaitu pemberian semangat, inspirasi dan doronag kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9)    Controlling (pengawasan), yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujan.
10) Reporting (pelaporan), yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.
Bila dilihat dari proses pelaksanaan kegiatan manajemen kedalam perusahaan fungsi-fungsinya yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyususnan, pengarahan dan pengawsan.
3.    Pengertian Fungsi Sumber Daya Manusia
Ada berapa pengertian sumber daya manusia :
1)    Sumber Daya Manusia (SDM) adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan).
2)    Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
3)    Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi yang merupakan asset yang berfungsi sebagai modal (non material atau non financial) didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya organisasi.
4)    Pengertian manajemen sumber daya manusia adalah penarikan selektif penegmbangan pemeliharaan dan penggunaan suber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
Fungsi-fungsi sumber daya manusia (Cherrington ), terdiri dari:
1)    Staffing/Employment
Terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Dalam proses ini, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar.
2)    Performance Evaluation
Fungsi ini perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.



3)    Compesation
Dalam hal kompensasi dibutuhkan suatu kordinasi yang baik untuk keseimbangan pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja seperti gaji, bonus, insentif dan pembagian keuntungan yang dibagikan kepada karyawan
4.    Variabel yang Mempengaruhi Keberhasilan Organisasi
Keberhasilan suatu organisasi dapat disebabkan oleh berapa variabel, seperti yang dikemukakan oleh Richard M.Steer bahwa keberhasilan suatu organisasi dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung. Sedangkan menurut Weisbord ada brapa variabel keberhasilan suatu organisasi antara lain.
a.    Tujuan
b.    Struktur
c.    Sistem penghargaan
d.    Mekanisme tata kerja
e.    Tata hubungan
f.     Kepemimpinan

Variabel yang mempengaruhi keberhasilan organisasi juga dikemukakan oleh Dydiet Hardjito (1997:65) yaitu meliputi :
a.    Struktur
b.    Tujuan
c.    Manusia
d.    Hukum
e.    Prosedur pengoperasian yang berlaku (Standard Operating Procedure)
f.     Teknologi
g.    Lingkungan
h.    Kompleksitas
i.      Spesialisasi
j.      Kewenangan
k.    Pembagian tugas
l.      variabel ini dapat digunakan untuk mempelancar suatu organisasi untuk mencapai tujuannya dan mempelancar terwujudnya keberhasilan organisasi.

5.    Sikap Kerja
Sikap (attitude) didefinisikan oleh Robbins (2007) sebagai pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa. Hal ini mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu. Sementara Kreitner dan Kinicki (2005) mendefinisikan sikap sebagai kecenderungan merespon sesuatu secara konsisten untuk mendukung atau tidak mendukung dengan memperhatikan objek tertentu.
Sikap kerja yang harus dimiliki oleh setiap pekerja Dalam ilmu manajemen sumber daya manusia, sebagian besar penelitian difokuskan pada tiga sikap yaitu kepuasan kerja, komitmen organisasi dan keterlibatan kinerja.
a.    Kepuasan Kerja
Istilah kepuasan kerja (job satisfaction) dapat diefinisikan sebagai suatu perasaan positif yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Definisi ini mengandung pengertian bahwa kepuasan kerja bukanlah suatu konsep tunggal, sebaliknya seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek lainnya.
b.    Komitmen Organisasi
Sikap kerja kedua ini didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keangotaannya dalam organisasi. Komitmen organisasi ini dibagi kedalam 3 dimensi yaitu : komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen normal.
Komitmen afektif merupakan perasaan emosional untukorganisasi dan keyakinan dalam nilai-nilainya. Komitmen berkelanjutan adalah nilai ekonomi yang dirasakan dari bertahan dengan sebuah organisasi bila dibandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut. Sedangkan komitmen normatif adalah komitmen untuk bertahan dengan organisasi untuk alasan-asalan moral atau etis.
c.    Keterlibatan Kinerja
Keterlibatan kinerja ini dapat timbul didalam diri pekerja karena keinginan dari pekerja akan kebutuhan tertentu, nilai atau karakteristik tertentu yang diperoleh dari pekerjaannya sehingga akan membuat pekerja tersebut lebih terlibat atau malah tidak terlibat pada pekerjaannya. Yang kedua keterlibatan kerja itu timbul sebagai respon terhadap suatu pekerjaan atau situasi tertentu dalam lingkungan kerja. Dengan lain kata suatu jenis pekerjaan atau situasi dalam lingkungan kerja akan mempengaruhi orang tersebut makin terlibat atau tidak dalam pekerjaannya.
6.    Perilaku Karyawan
Dalam suatu organisasi terdapat 4 tipe karyawan masing-masing tipe ini menentukan prestasi, karena perilaku sangat berkaitan dengan produktivitas dan hasil kerja. Keempat tipe karyawan tersebut yaitu :
1.    Job Lover
Ciri-ciri dari perilaku karyawan seperti ini adalah tahu seluk beluk sejarah perkembangan perusahaan dengan baik tidak sungkan melewatkan makan siang atau waktu rehat dengan asik bekerja, punya banyak teman seprofesi di perusahaan lain, serta rela memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan menambah keahlian di bidangnya. Karyawan dengan tipe seperti ini sangat mencintai pekerjaannya, selalu menempatkan pekerjaan sebagai tantangan yang mengasyikan walaupun itu menyita banyak waktu.
Hebatnya, karyawan seperti ini jarang sekali mengeluh tentang pekerjaannya. Mereka cenderung perfeksionis karena belum merasa puas kalau pekerjaan mereka belum sempurna, dan akan terus berusaha hingga mereka anggap itu sempurna. Mereka juga tidak sungkan untuk menawarkan diri membantu karyawan yang lain.
2.    Job Doer
Ciri-ciri perilaku karyawan seperti ini yaitu bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan, suka atau tidak. Mengerjakan pekerjaan sampai tuntas dan selesai karena merasa itulah tugasnya sebagai karyawan. Namun, jika pekerjaan mereka telah selesai, mereka lebih memilih untuk bersenang-senang dibandingkan berurusan dengan pekerjaan, sampai diberi tugas selanjutnya. Karyawan dengan tipe seperti ini juga jarang terlihat mengeluh karena menurut mereka itu bukan porsinya. Bagi mereka, intinya jika tugas sudah diberikan, dikerjakan dengan baik, dan harus selesai dengan baik pula.
3.    Job Hater
Ciri-ciri karyawan sepertini yaitu diberi tugas A, mengeluh. Diberi tugas B, mengeluh. Sepertinya diberi tugas apapun akan dikerjakan dengan diwarnai keluhan ini dan itu. Rajin dalam urusan komplain dan mengkritik perusahaan atau tugasnya. Walapun mungkin mereka tidak menunjukkan secara langsung di depan atasan. Karena terkadang yang menjadi sasarannya adalah rekan kerja di samping kanan dan kirinya, serta si keyboard komputer. Hal ini bisa disebabkan karena pada dasarnya mereka kurang menyukai bidang pekerjaan mereka. Walapun pada akhirnya mereka menyelesaikan tugas yang diberikan hingga selesai.
4.    Job What
Ciri-cirinya ketika diberikan pekerjaan, yang terlintas di pikiran adalah “Apa yang harus saya lakukan?”. Jangankan untuk mengeluh, menentukan dari mana harus memulai pekerjaan saja bingung. Jangankan untuk mengerjakan hingga tuntas, pekerjaan yang diberikan mungkin tidak pernah mereka kenal sebelumnya.
Perilaku seperti ini bias disebabkan karena mereka terpaksa menerima pekerjaan karena ketika itu hanya bidang pekerjaan ini yang memberikan kesempatan.
7.    Semangat Kerja
Semangat itu sendiri adalah suatu dorongan yang dapat timbul dari dalam diri sendiri maupun diberikan oleh orang lain. Jadi semangat kerja adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang dapat menyebabkan orang tersebut memiliki rasa semangat untuk bekerja. Biasanya rasa semngat kerja itu pun dapat berpengaruh dari keadaan yang terjadi disekitar diri kita.

Referensi :
Faustino Cardooso Gomes, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia,Cetakan Keempat, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta
Pengantar manajemen umum, universitas gunadarma




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Koperasi Sukses di Indonesia

USAHA KECIL DAN MENENGAH